Rabu, 25 November 2009

TANAMAN HIAS

Tanaman hias adalah tanaman yang dipergunakan sebagai dekorasi baik ruangan ataupun luar ruangan. Tanaman hias memiliki berbagai macam jenis mulai dari tanaman berbunga sampai tanaman yang berbentuk unik. Bentuk tanaman ini sangat beraneka ragam dan masing-masing tanaman memiliki daya tarik tersendiri untuk layak dikoleksi.
Tak hanya fashion, tanaman hias juga mengenal tren. Di saat tren sedang berlangsung harga tanaman hias bisa jadi sangat tinggi dan akan turun saat tren yang baru atau berikutnya berlangsung. Tak heran banyak pecinta tanaman yang beralih profesi untuk menjual tanaman koleksinya karena bisnis tanaman hias cukup menjanjikan.

Beberapa jenis tanaman hias yang popular di kalangan masyarakat Indonesia adalah :

Bonsai adalah contoh tanaman yang sempat sangat popular beberapa tahun yang lalu yang berasal dari jepang. Bonsai adalah tanaman yang dikerdilkan dan memiliki bentuk yang unik dengan beberapa bagian tanaman yang ditonjolkan. Image bonsai sangat elit dan tanaman ini merupakan tanaman favorit seniman dan kalangan atas.


Pakis monyet, Inilah tren tanaman hias terbaru yang berasal dari Tiongkok. Sekilas tanaman ini seperti akar serabut kelapa namun sebenarnya adalah tanaman serumpun dnegan pakis. Disebut pakis monyet karena memang bentuk tanaman ini mirip dengan seekor monyet yang sedang duduk di atas pot. Tanaman ini didatangkan dari Palembang. Sebelum daunnya tumbuh, tanaman ini memiliki batang yang menjulang yang mirip dengan ekor monyet.

Adenium adalah jenis dari negara kamboja namun berukuran kecil dnegan warna bermacam-macam yang menarik yang sempat menjadi tren para kolektor tanaman. Perawatannya tidaklah susah dan dapat dengan mudah dikembangbiakkan melalui biji yang bila tumbuh nantinya biji tersbeut dapat menjadi bonggol yang menjadi daya tarik tanaman ini selain warnanya. Adenium dapat ditanam melalui media pasir yang dicampur dengan pupuk. Bila menanam letakkanlah di tempat dengan terik matahari yang cukup banyak supaya bunganya dapat keluar dengan lebih banyak. Warna bunga adenium dapat dikembangkan dengan cara stek

Aglaonema, Sejenis talas dengan daun yang pendek dan tidak punya kambium. Di pasaran, harga Aglaonema dihitung berdasarkan. Aglaonema yang nilainya tinggi adalah tanaman yang memiliki warna daun berbeda.
Asal-usul. Aglaonema atau sri rejeki dijuluki dengan “ratu daun”. Nama aglaonema berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “aglaos” dan “nema/nematos” yang artinya terang/mengkilap. Tanaman ini masih satu famili dengan talas-talasan (Aracaeae) serta kerabat dekat dengan Spathipyllum dan Philodendron.Penyebaran utama di Asia Tenggara meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Brunai Darussalam, dan Myanmar. Kemudian tanaman ini menyebar ke Cina, Florida, dan Amerika.
AKAR : Akar dapat menentukan kondisi tanaman. Jika akar berwarna putih maka tanaman dalam keadaan sehat, bila berwarna coklat menandakan tanaman sakit. Pada akar tumbuh rambut akar, makin banyak rambut akar pertumbuhan makin cepat.
BATANG : Ruas batang yang terendam tanah, jika kondisi optimumnya terpenuhi, maka akan keluar tunas-tunas baru.
BUNGA : Bunga keluar dari ketiak daun dan berwarna putih yang ditopang oleh batang. Bunga termasuk uniseksual yaitu bagian bunga betina dan jantan terdapat dalam satu bunga. Organ produksinya mempunyai waktu matang yang berbeda. Oleh karena itu terjadi penyerbukan silang yang kadangkala memerlukan bantuan manusia. Hasil penyerbukan menghasilkan buah, yang umurnya 8 bulan akan matang.Morfologi AglaonemaDivisi: MagnoliophytaKelas: LiliopsidaSubkelas: Base monocotsOrdo: AlismatalesFamili: AracaeaeSubfamili: AroideaeSuku/Genus: AglaonemateaeSpesies vs HibridaAglaonema alam/spesies adalah aglaonema yang asli (bukan hasil silangan). Ciri utamanya warna daun dominan hijau dan kombinasi hijau putih.Aglaonema hibrida (silangan) memiliki daun lebih berwarna-warni. Ada silangan lokal yaitu disilangkan di Indonesia, dan ada yang impor. Silangan lokal pertama dan diakui dunia adalah Pride of Sumatra yang disilangkan oleh Greg Hambali tahun 1985.Aglaonema spesies yang terkenal: A. brevisphatum, A. simplex, A. costatum, A. ovatum, A. commutatum, A. hookreiatum, A. crispum, A. pictum, A. stenophyllum, A. nebulosum, A. densinervivum, A. vittatum, A. philippinense, A. rotundum, A. pumilum, A. nitidum, A. simplex, A.cochinchinense, dan A.marantifolium

Euphorbia berbentuk seperti kaktus berduri dan memiliki daun. Tanaman ini tidak tahan air sehingga penyiraman harus dilakukan dengan jarang-jarang. Media tanamnya adalah pasir dan pupuk kandang.
Di Indonesia euphorbia popular sejak 2004, meski sebenarnya beberapa jenis local sudah ada di pasaran. Kehadiran varian-varian baru euphorbia asal Thailand dan Taiwan seolah menjadi magnet para pengemarnya. Bunga cerah dan menawan menjadi keistimewaan dari tanaman ini. Pantas siapa saja bakal tertarik melihatnya
Warna bunga euphorbia yang sangat bervariatif, mulai dari warna dominant merah, kuning, hijau, atau putih dengan hiasan strip atau bercak di setiap kelopak bunganya atau bercak di setiap kelopak bunganya. Dari segi ukuran, varian asal negeri gajah putih lebih besar (3-5 cm) di banding jenis local. Jumlah bunga perdompolnya juga banyak, hamper menutupi tajuk-tajuknya sekedar contoh, “Siamese ruby”, “chameleon”, dan ,”dandelion” yang memiliki bunga besar dengan warna cerah Ada pula jenis “new snow white” yang bunganya besar dominant putih dengan warna merah di bibir kelopak bungannya. “red lable” yang berbunga kecil tetapi banyak. Hingga jenis “winter sonata” dan “big white” yang berwarna putih bersih, bagi penyuka warna lembut silahkan pilih jenis Varian euphorbia asal Thailand memang menonjolkan warna, ukuran dan kekompakan. Sementara varian asal Taiwan cendrung lebih atraktif, lihat saja pada chrismas yang berbunga kecil, tetapi bunganya sangat banyak menyebar di seluruh tajuknya. Jadi kalau di perhatikan variant dari Taiwan lebih atraktif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar